keLima

Pada suatu hari ada seekor kupu kupu
ia bertanya "apakah aku dapat terbang"
dunia menjawab" tidak"
ia bertanya "kenapa"
dunia dan waktupun membisu
jam dinding berkata kepadanya " waktumu belum habis nak tapi selalu berlalu"
"aku akan belajar"
sebuah buku bertanya apa yang kau raih
"aku akan belajar kebijaksanaan"
dunia diam membisu
kaca bening bertanya " apakah logikamu menjawab ada kemungkinan"
"aku akan berbuat kebaikan"
dunia berkata "apakah kau akan menemukan kebahagiaan"
"aku akan menggapai cinta"
dunia berkata " cinta terbang ke langit teman"
"aku akan terbang"
langit dengan sedih berkata "berapa kali kau mencoba"
dunia berkata"kau sudah memotong sayapmu kau sudah tak ada harapan"
"aku…"sang kupu diam
dunia berkata "kau tahu kau sudah lupa siapa dirimu"
"aku akan belajar"
dunia membentak"apa yang akan kau pelajari"
"aku… aku percaya kepada tuhan"
dunia tertegun dan meniggalkan kupu itu sendirian
dan ia terus menunggu sekali lagi ia mencoba terbang…tuk tak
menyerah hari ini hanya hari ini saja… mungkin akan menyerah esok
tapi coba hari ini

-terimakasih untuk orang yang telah menceritakan ini-

2 Responses to “keLima”

  1. Desta Says:

    Susunan kata2-nya mbok diatur …

    yang baca PUSING!!!!!!!!!!!!!!!

  2. Oechie Says:

    Kok kupu sich?
    kenapa gak kura… kunyuk..
    kutu…
    heheheheh
    bagus.. bagus…
    cuma bingungin dikit.
    “tapi aku akan belajar”
    seperti kupu di puisimu.

Leave a Reply