keEnamtitiksatu
Cerita ini saya Ambil dari novelis (Saya lupa namanya).
Sebelumnya beliau pernah menulis cerita ini di cosmogirl…
Hanya share untuk bisa dinikmati dan direnungi bersama…
Pengagum Rahasia Myria.
Kisah seorang gadis bernama Myria (17 Tahun) yang tidak pernah tahan terlalu lama berada dekat adik perempuannya yang manja Dede (10 tahun). Beda usia yang begitu jauh dengan adiknya itu mungkin juga jadi penyebab. Selain mamang Dede selalu menuntut perhatian dari siapa pun disekitarnya. Myria diam - diam merasa Ade sudah merebut perhatian orang tua mereka dan tidak ada lagi tempat buat dirinya. Myria jadi lebih aktif dengan beragam kegiatannya. Terkadang ayah dan ibuny menegur untuk sesekali meluangkan waktu untuk adiknya. Namun Myria tenang tenang saja.
Suatu malam ia pulang kerumah dan terkejut karena tidak ada orang dirumah kecuali si mbak Yem, pembantu mereka yang memberitakan ayah dan ibunya membawa Dede ke rumah sakit karena suhu tubuhnya begitu tinggi. Tadi pagi ibunya memang sempat mengatakan Dede sakit, tapi Myria tidak menyempatkan diri melihat adiknya sebelum berangkat. Mungkin karena begitu paniknya kedua orang tua Myria tidak sempat menyebutkan nama rumah sakit tujuan mereka. Myria berlari masuk ke dalam rumah dan tambah terkejut karena hanphone ayah dan ibunya juga tertinggal di ruang tengah. Alhasil Myria hanya bisa menunggu dengan tegang di rumah.
Ia masuk ke dalam kamar Dede yang tidak pernah dimasukinya selama ini lalu duduk di atas tempat tidur. Rumah itu terasa sepi tanpa suara Dede yang biasanya tak pernah diam. Sebuah kertas bertuliskan tangan Dede tampak tergeletak di atas meja belajarnya. Myria meraihnya dengan rasa ingin tahu dan mulai membacanya. Tulisan itu berupa karangan dengan tema tokoh yang dikagumi, tampaknya ini PR Dede. Disitu tertulis kekaguman Dede pada kakak tunggalnya yang menurutnya amat pintar, banyak teman, dan bisa melakukan banyak hal mulai dari olah raga basket, main piano, dan banyak lagi. Itulah yang membuat kakanya sibuk selama ini karena "Orang pandai mungkin selalu sibuk". Dede juga berkata sang kakak adalah kebanggaan orang tuanya, juga dirinya. Kelak kalau besar Dede ingin jadi seperti Myria.
Myria terdiam dan meletakan kertas itu kembali ke atas meja. Tiba tiba ia merasa rindu sekali dengan Dede. Myria memegang dadanya yang berdetak keras karena khawatir dengan keselamatan adik tunggalnya. Tiba tiba terdengar suara telepon berdering. Myria diam terpaku, ia tidak berani mengangkat telepon itu ia takut ada berita buruk dari rumah sakit.
Telepon itu terus berdering…
Terimakasih atas cintamu…
March 15th, 2007 at 12:16 am
wooooooooooi…. lanjutannya apa…